Kepemimpinan Kepala Biro Pendidikan LPMAK Harus Melihat Secara Cerdas Dan
Memperhatikan Peluang-Peluang Bagi Pencapaian Tujuan Visi Dan Misi LPMAK Secara
Khusus, serta Mengkonsentrasikan Diri Pada Area Kerjanya, Memfokuskan Diri Pada
Upaya Mengindentifikasi Dan Kemudian Memperbaiki Faktor-Faktor Keterbelakangan.
Kepemimpinan tentu saja tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi yang lebih
penting adalah moral dan nurani. Hanya moral dan nurani yang mampu membuat
kepemimpinan menjadi teguh dan konsisten pada apa yang menjadi tujuan awal dari
visi dan misi itu sendiri. para pemimpin yang seharusnya ditunjuk adalah
orang-orang yang memiliki integritas, loyalitas, dan dedikasi, dan bukan
sebaliknya, Ini karena para pemimpin harus dituntut untuk menjadi penggerak
pada unit kerjanya masing-masing berdasarkan pengalamannya. Dalam kaitannya
dengan kepemimpinan kepala biro pendidikan lembaga pengembangan masyarakat
amungme dan kamoro (LPMAK) sampai saat ini belum ada membuka peluang bagi
anak-anak suku amungme kamoro yang sebenarnya, seperti memfasilitasi anak
amungme kamoro untuk masuk di perguruan tinggi dengan jurusan jurusan yang
tertentu seperti kedokteran,teknik,mipa,pertambangan,penerbangan dan ilmu pasti
lainnya maupun kuliah di luar negeri. Dari tahun ke tahun belum perna Revisi
pedoman beasiswa LPMAK sampai saat ini, padahal pada tahun 2011 lalu kami
mahasiswa LPMAK perna singung dan diprotes masalah pedoman beasiswa LPMAK di
ruang rektorat universitas sam ratulangi manado saat pertemuan dengan kepala
biro pendidikan LPMAK pak paskalis abner, karena kami melihat didalam buku
pedoman tersebut tidak ada pasal atau bab yang mengatur tentang anak-anak
amungme dan kamoro berdasarkan hal itu maka, Dalam rapat komisi beasiswa
lembaga pengembangan masyarakat amungme dan kamoro tahun 2014 ini, dimohon
kerjasama yang baik mengadakan pemilihan kepala biro pendidikan lembaga
pengembangan masyarakat amungme dan kamoro yang baru, supaya kepala biro
pendidikan yang terpilih akan merevisi buku pedoman beasiswa LPMAK yang lama.
Mengingat ketertingalan dan keterbelakangan tesebut maka saya atas nama penulis
januarius jawame menyampaikan saran kepada pihak pimpinan LPMAK bahwa: 1. Yang
menjadi kepala biro pendidika LPMAK adalah bagi mereka yang staf, lama kerja
paling lama 3 - 4 tahun agar supaya mereka itu benar benar tahu masalah di
bidang biro pendidikan LPMAK dan tahu persis masalah – masala di setiap mitra
kerja sama yang ada di setiap kota studi di Indonesia, dalam hal ini kepala
staf anak dan pemuda pak okto jangkup adalah salah satu harapan untuk menjadi
kepala biro pendidikan LPMAK,karena beliau ini mempertahankan dari tahun 2011
sampai tahun 2014 saat ini, akhirnya sampai saat ini pun beliau sadar bahwa
kami masyarakat amungme – kamoro dan 5 suku krabat lain di timika sangat
tertinggal maka beliau punya niat untuk menyekolahkan anak 7 suku yang berasal
dari kab.mimika melalui LPAMK timika ,akhirnya beliau bekerja keras untuk
memanusiakan anak 7 suku di timika dan beliau selalu turun di lapangan/ di
setian kota studi di Indonesia maupun luar negeri, jadi mohon beri kesempatan
buat orang yang punya keinginan di bidang sumber daya manusia seperti beliau
agar ada perubahan di bagian pendidikan. 2.Alasannya Penulis perna bercerita
dengan orang - orang tua di kampung tsinga masalah program LPMAK namun
Tanggapan dari orang – orang tua dari tsinga Terhadap LPMAK Dalam meningkatkan
Sumberdaya Manusia Di Kabupaten Mimika khususnya di bidang pendidikan belum
puas dengan program yang di lakukan oleh LPMAK sendiri. Dikarenakanpeserta
program beasiswa menjalani perkuliahan regular melalui Biro Pendidikan menjalin
kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi dan SMU dalam hal program
matrikulasi selama tahun 2007,walau program matrikulasi sangat membantu namun
ada sekitar 75% dari setiap peserta program beasiswa bahkan orang tua
beranggapan bahwa di sisi positif itu baik tapi di lihat dari sisi lain kalau
program tersebut menghambat atau dengan kata lain memperlambat proses
penyelesaian pendidikan untuk itu LPMAK dapat mempertimbangan dengan baik
tentang hal tersebut. Kerjasama LPMAK dengan beberapa lembaga pendidikan tinggi
untuk program matrikulasi itu juga memperhatikan berbagai hal diantaranya
disiplin, materi belajar dan sanksi kepada peserta program yang melanggar
aturan. Di sisi lain Musuh utama dari pendidikan nasional adalah kemiskinan dan
kebodohan. Sebagai bangsa yang terus berjuang mengentaskan kebodohan, salah
satu target yang harus dikejar adalah melawan kedua musuh tersebut. Pengentasan
kemiskinan dan kebodohan memerlukan upaya yang sungguh-sungguh dengan satu
sistem pendidikan nasional yang harus dipersiapkan oleh LPMAK secara matang
agar mampu mengantisipasi tantangan masa depan. Harapan orang – orang tua dalam
diskusi saat itu bahwa. Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro
(LPMAK) terus memberdayakan putra putri asal Amungme dan Kamoro melalui program
pendidikan bukan sekadar slogan belaka, namun itu harus di laksanakan dan di
implementasikan dalam program-program peningkatan SDM di Kabupaten Mimika,
Implementasi dari komitmen tersebut adanya pak okto jangkup sehingga beberapa
tahun akhirnya ini beliau sudah megupayakan anak amungme dan kamoro mengirim ke
luar timika, melalui program beasiswa LPMAK,untuk itu kebijakan beliau ini
sangat luar biasa karena adanya beliau maka beliau sendiri penyaringan peserta
langsung turun di kampunng kampung sehingga anak – anak kami bisa sekolah di
luar timika,untuk itu harapan dari orang- orang tua juga sama pendapat dengan
saran saya di atas yaitu pak okto jangkup harus menjadi kepala biro pendidika
LPMAK agar beliau terus memperhatikan anak – anak kami yang masih belum selesai
SD,SMP,maupun SMA yang ada. Di sisi lain Program pengembangan masyarakat
amungme dan kamoro yang dilakukan LPMAK sebagai penanggungjawab dan pengelola
Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak bisa dihentikan begitu saja,
apalagi sampai menghentikan pendanaan untuk program yang sedang berjalan.
Sebagai lembaga yang berbadan hukum, LPMAK juga memiliki legalitas dalam hal
pengelolaan keuangan. Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan dan setiap warga
negara berhak mendapat kesempatan untuk memperoleh pendidikan dasar dengan
harapan akan memperoleh pendidikan lanjutan. Dengan memiliki dan dibekali
kemampuan dasar itu, maka ia akan memiliki harga diri, dapat menambah wawasan
melalui kemampuan membaca, sehingga ia menjadi warga negara yang tidak picik,
mampu menerima pembaruan dan meningkatkan kemampuannya,untuk itu di harapkan
kepada LPMAK tidak hanya melihat dan mengambil anak-anak asli yang ada di
sekitar kota Timika saja tetapi LPMAK harus bisa memberikan banyak sosialisasi
ke bagian pedalaman dan pesisir agar anak-anak yang berada di daerah tersebut
bisa merasakan dunia pendidikan, untuk itu kami orang – orang tua dari kampung
berharap okto jangkup harus menjadi kepala biro pendidikan LPMAK agar tahun-
tahun yang akan datang harus sama dengan tahun 2012 dan 2013,karena 2 tahun
yang sudah lalui pak okto jangkup sudah turun di kampung – kampong dan
menyekolahkan anak di luar timika. Semua masukan dari orang- orang tua diatas
ini saya penulis menyimpulkan bahwa.Satu langkah baik dapat dilihat dari Ketika
kampanye Pendidikan berlangsung, banyak masukan dari para orang tua maupun
tokoh masyarakat agar kampanye tersebut dapat terus diikuti dengan
kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang anak Amungme dan Kamoro untuk dapat
berpikir tentang pentingnya sekolah. Di sini dapat diartikan bahwa pada
prinsipnya anak-anak memiliki niat untuk maju, namun butuh pendekatan tersendiri
untuk memahami lebih dekat apa sebenarnya yang diinginkan oleh anak tersebut.
Jika hanya sekedar berbicara guna mendiskriminasikan pribadi atau daerah
tersebut tidak akan membawah perubahan. Pentingnya support dari berbagai
instansi terkait untuk secara serius melihat keterpurukan daerah merupakan hal
yang diharapkan kaum intelektual.Di Mimika ada instansi Pemerintahan yang
langsung menangani pendidikan, namun nampaknya belum ada upaya khusus yang
dilakukan bagi kedua suku asli yaitu Suku Amungme dan Suku Kamoro tersebut.
Misalnya banyak sekolah di pedalaman Kab. Mimika yang tidak ada gurunya karena
guru turun ke Kota dan meninggalkan fungsinya sebagai seorang pendidik untuk
itu LPMAK harus bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan
SDM karna pendidikan tersebut dapat membuka cakrawala berpikir tentang
pendidikan bagi putra-putri daerah mimka, sehingga generasinya memiliki
semangat untuk bersekolah. Hanya LPMAK saja yang sponsor putra- putri amungme
kamoro tetapi pemkab.mimika juga harus memberikan inspirasi bagi putra-putri
asli daerahnya dan benar-benar mengayomi anak suku asli yang semakin terpuruk
di daerahnya sendiri yang sumber daya alamnya berlimpah ruah.
No comments:
Post a Comment