Thursday, September 6, 2012

lembaga adat suku amungme


Lembaga Adat Suku Amungme

Lemasa adalah salah satu Lembaga Adat Suku Amungme yang berkedudukan di Timika Papua. Lemasa ini didirikan pada tahun 1994, berdasarkan SK yang dikeluarkan Alm. JP. Matondang, pada saat itu beliau menjabat sebagai Bupati Kabupaten Fak-Fak. Pendiri-pendiri Lembaga ini para Ibu-Ibu dan remaja pada saat itu,mayoritas tidak bersekolah. Lembaga ini bagian dari perjuangan masyarakat Amungme guna keluar dari penindasan dan diskriminasi yang sangat kental. Terutama tindakan-tindakan tidak wajar dari ABRI, saat itu. Setelah Lembaga ini berdiri telah mematahkan kekuatan militer indonesia yang paling di takuti di tanah Papua. Pada saat itu Papua masih dikenal sebagai DOM (Daerah Operasi militer . Di Indonesia, sebelum mahasiswa menyatakan reformasi, orang Papua sudah mereformasi melalui LEMASA, dengan mengusut beberapa kasus pelanggaran HAM di Timika dan menghentikan kekerasan militer di Timika bahkan imbasnya sampai di seluruh pelosok Papua. Tujuan mendirikan lembaga adat tersebut adalah untuk memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Amungme. Pergantian pemimpin LEMAS dilakukan 4 kali. Terakhir pemilihan direktur LEMASA pada awal tahun 2007, dan Saudara Yan Onawame terpilih sebagai direktur LEMASA, pemilihan ini melalui musyawarah luar biasa LEMASA. Dalam muslub LEMASA tersebut menghasilkan 48 resolusi yang akan dan sedang diperjuangkan oleh direktur terlpilih baru. Masyarakat Amungme mengharapkan direktur terpilih baru bisa memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Amungme.
Suku Amungme adalah kelompok Melanesia terdiri dari 13.000 orang yang tinggal di dataran tinggi provinsi Irian Jaya Indonesia .
Lemasa adalah salah satu Lembaga Adat Suku Amungme yang berkedudukan di Timika Papua . Lemasa ini didirikan pada tahun 1994
Amungsa adalah wilayah hunian suku Amungme di dataran tinggi Papua , Indonesia . Wilayah Adat Suku Amungme dikenal dengan nama Amungsa.
Yosepha Alomang atau Mama Yosepha adalah seorang perempuan tokoh Amungme , Papua . Ia terkenal karena perjuangannya membela hak-hak asasi ...
·  Papua
Kelompok suku asli di Papua : Amungme Asmat Ayamaru , mendiami daerah Sorong. Bauzi Biak Dani Empur , mendiami daerah Kebar dan Amberbaken ...
Mimika didiami oleh 2 asli, yaitu suku Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan suku Kamoro di wilayah pantai. Pembagian wilayah ...
4 KB (514 kata) - 13 Mei 2012 11.12
di Kalimantan (Dayak , Punan, Iban), di Jawa (Badui ), Sulawesi (Toraja , Minahasa ), Kepulauan Maluku dan Papua (Dani , Asmat , Amungme). ...
14 KB (1.838 kata) - 28 Mei 2012 11.09
Rumah Sakit Mitra Masyarakat dimiliki oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), pengelolaan ditangani oleh Yayasan ...
9 KB (1.215 kata) - 1 Juni 2012 10.22
Untuk kali pertama, jabatan ketua didukui oleh Thom Beanal (tokoh suku Amungme ), dan Theys H. Eluway (pemimpin suku Sentani). ...
4 KB (454 kata) - 18 Juni 2012 09.57
Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman Suku Nduga , Dani Barat, Suku Amungme , Suku Sempan ...
7 KB (830 kata) - 21 Juni 2012 11.27
Irian Jaya/Papua : Amungme. Dera. Edopi. Eipomek. Ekagi. Ekari. Emumu. Eritai. Fayu. Foua. Gebe. Gresi. Hattam. Humboltd. Hupla. Inanusatan. Irarutu. Isirawa. Iwur ...
7 KB (754 kata) - 1 Juli 2012 02.05
P : Suku Amungme di Mimika Suku Bauzi , Mamberamo hilir, Papua utara. Suku Arfak di Manokwari Suku Kamoro di Mimika. Suku Palembang di ...
13 KB (1.614 kata) - 3 Juli 2012 12.46

Amungsa

Amungsa adalah wilayah hunian suku Amungme di dataran tinggi Papua, Indonesia. Wilayah Adat Suku Amungme dikenal dengan nama Amungsa. Amungsa sebenarnya berasal dari dua kata "Amung" dan "Sa". Amung artinya bentangan dan sa artinya wilayah. Amungsa artinya bentangan wilayah adat Suku Amungme.
Berdasarkan Rapat Luar Biasa LEMASA tanggal, 2 - 4 Februari 2007 ditetapkan bahwa Amungsa terdiri dari Timur hingga Barat dan Utara hingga Selatan. Sebelah Timur perbatasan dengan Mbrum Mbram. Mbrum Mbram adalah Amungsa yang perbatasan dengan Suku Nduga. Sedangkan Sebelah Barat perbatasan dengan Janama Tagal. Janama Tagal adalah wilayah yang perbatasan dengan suku Mee atau Paniai. Sebelah Utara perbatasan dengan ulayat Dani dan Damal dan Selatan perbatasan dengan suku Kamoro.

 

Adat

Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah.
Apabila adat ini tidak dilaksanakan akan terjadi kerancuan yang menimbulkan sanksi tak tertulis oleh masyarakat setempat terhadap pelaku yang dianggap menyimpang.
Menurut Jalaluddin Tunsam (seorang yang berkebangsaan Arab yang tinggal di Aceh dalam tulisannya pada tahun 1660). "Adat" berasal dari bahasa Arab عادات, bentuk jamak dari  (adah), yang berarti "cara", "kebiasaan".
Di Indonesia kata Adat baru digunakan pada sekitar akhir abad 19. Sebelumnya kata ini hanya dikenal pada masyarakat Melayu setelah pertemuan budayanya dengan agama Islam pada sekitar abad 15-an. Kata ini antara lain dapat dibaca pada Undang-undang Negeri Melayu.
Asal kata adat
Menurut Jalaluddin Tunsam (seorang yang berkebangsaan [[Bangsa Arab|Arab]] yang tinggal di [[Aceh]] dalam tulisannya pada tahun [[1660]]). "Adat" berasal dari bahasa Arab عادات, bentuk jamak dari عادَة (''adah''), yang berarti "cara", "kebiasaan".

Di [[Indonesia]] kata Adat baru digunakan pada sekitar akhir abad 19. Sebelumnya kata ini hanya dikenal pada masyarakat [[Melayu]] setelah pertemuan budayanya dengan agama [[Islam]] pada sekitar abad 15-an. Kata ini antara lain dapat dibaca pada Undang-undang Negeri Melayu.

Bupati_setujui_pembentukan_Kabupaten_Mimika_Timur



SK Pemekaran Disahkan, Pemda Bakal Gelontor Rp. 75 M
Bupati Mimika Klemen Tinal SE,MM melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 110 tahun 2012 tertanggall 30 April 2012 sudah menyetujui pemekaran Kabupaten Mimika Timur (Miktim). Nama Kabupaten Miktim perubahan nama Kabupaten Agimuga yang sebelumnya  Kabupaten Amungsa.
Dalam SK tersebut. Bupati menyatakan Kabupaten Miktim beribukota Amungun yang terletak di Distrik Agimuga selanjutnya sebagai realisasi dari pembentukan Kabupaten tersebut. Mimika sebagaii Kabupaten Induk akan memberikan bantuan dana secara berturut-turut selama dua tahun. Dimana setiap semester sebesar Rp 50 miliar. Jadi total dana bantuan Pemda Mimika untuk mendukung pemerintahan Kabupaten Miktim selama dua tahun sebesar 200 miliar.
Selain itu dalam SK tersebut juga Bupati Mimika menyatakan akan mencairkan dana Rp 25 miliar untuk pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Miktim jadi untuk pencairan dana awal masa pemerintahaan carateker Pemda Mimika sudah menyetujui Rp 75 miliar dimana Rp 50 miliar untuk menjalankan rda pemerintahan  dan Rp 25 miliar untuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Masih sesuai SK tersebut Kabupaten Miktim meluiputi lima distrik yakni Distrik Agimuga, Jila, Jita, Mimika timur Jauh dan Distrik Alama Sedangkan Distrik Tembagapura dan Distrik Hoya tetap bergabung di Kabupaten Mimika.

Kabupaten Mimika


Kabupaten Mimika

Lambang Kabupaten Mimika
Motto: EME NEME YAUWARE (BERSATU, BERSAUDARA KITA MEMBANGUN)

Peta lokasi Kabupatn Mimika
Koordinat: -
Dasar hukum
Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999
Tanggal
8 Oktober 1996 sebagai kab. Administratif dan 18 Maret tahun 2000 sebagai kab. Definitif
Pemerintahan
 - Bupati
Klemen Tinal
 - {{{wakil kepala daerah}}}
Abdul Muis
 - DAU
Rp. 316.335.501.000,-(2011)[1]
Luas
19.592 km2
Populasi
 - Total
183.633[2] (2010)
 - Kepadatan
-9,37
Demografi
0901
Pembagian administratif
 - Kecamatan
12
 - Kelurahan
-
 - Situs web
Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Timika.
Di kabupaten ini terletak Kecamatan Tembagapura di mana tambang emas terbesar di dunia milik PT. Freeport Indonesia berada. Terdapat sebuah bandar udara nasional di kabupaten ini, yaitu Bandara Moses Kilangin yang terletak di Timika.
Di kabupaten Mimika juga terdapat beberapa Perguruan Tinggi Swasta, salah satunya adalah STIE Jambatan Bulan Timika yang sudah berhasil menamatkan mahasiswa angkatan pertamanya pada bulan September 2005 lalu dan rencananya pada tanggal 29 sampai 30 Agustus 2006 akan diadakan Ujian Skripsi untuk tamatan tahun ke dua.

Daftar isi

Sejarah Mimika

Awalnya Mimika merupakan sebuah kecamatan dari wilayah administrasi Kabupaten Fakfak, berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1996, Kecamatan Mimika ditetapkan sebagai Kabupaten Administratif, kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, Mimika menjadi Kabupaten Otonom.

Topografi

Kabupaten Mimika memiliki luas sekitar 20.039 km² atau 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua dengan topografi dataran tinggi dan rendah.
Kabupaten Mimika sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Paniani dan Puncak Jaya, sebelah Selatan dengan Laut Arafuru, sebelah Timur dengan Kabupaten Merauke dan sebelah Barat dengan Kabupaten Fak-fak.
Mimika didiami oleh 2 asli, yaitu suku Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan suku Kamoro di wilayah pantai

Pembagian wilayah administrasi

Kabupaten Timika dibagi menjadi 13 distrik, yaitu:
  1. Mimika Timur
  2. Mimika Timur Tengah
  3. Mimika Timur Jauh
  4. Mimika Barat
  5. Mimika Barat Tengah
  6. Mimika Barat Jauh
  7. Mimika Baru
  8. Kuala Kencana
  9. Tembagapura
  10. Agimuga
  11. Jila
  12. Jita 
  13. alama

 By:Eneas.mulugol

 


No comments: