Friday, April 10, 2015

Hidup indekos

           Hidup indekos
Hidup di kos kalau dipikirkan lebih banyak pahitnya daripada manisnya tetapi kalau dinikmati semuanya terasa manis. Selama 3 tahun saya menikmati hidup sebagai anak kos, pengalaman saya mengatakan bahwa hidup sebagai anak kost itu menyenangkan. Ada keluarga baru, lingkungan baru dan pengalaman baru yang membentuk diri kita menjadi manusia yang baru pula.
 Sayangnya, apa yang ada di kos-kosan tidak ada begitu saja. Hal-hal baik terbentuk karena kita berinisiatif membentuknya. Patut diketahui bahwa banyak kos-kosan yang besar terasa kecil dan yang ramai terasa sepi karena sesama penghuni tidak saling kenal. Hal ini seringkali disebabkan sesama penghuni tidak saling tegur. Tidak ada interaksi menyebabkan masing-masing hidup egois. Akibatnya, sesama penghuni tidak saling menghormati. Ujung-ujungnya mempermalukan kos-kosan sendiri. Ada yang digrebek karena bawa cewe/cowok di luar jam kunjung, ada yangngobat dan tragisnya ada yang mati tanpa penghuni lain tahu.Sayangnya, apa yang ada di kos-kosan tidak ada begitu saja. Hal-hal baik terbentuk karena kita berinisiatif membentuknya. Patut diketahui bahwa banyak kos-kosan yang besar terasa kecil dan yang ramai terasa sepi karena sesama penghuni tidak saling kenal. Hal ini seringkali disebabkan sesama penghuni tidak saling tegur. Tidak ada interaksi menyebabkan masing-masing hidup egois. Akibatnya, sesama penghuni tidak saling menghormati. Ujung-ujungnya mempermalukan kos-kosan sendiri.

No comments: