MAKALAH
KEHIDUPAN MAHASISWA DI TEMPAT KOS
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kehidupan anak kos yang berasal dari daerah lain atau kota lain yang biasa
dikatakan dengan anak pendatang, sangat berbeda dengan daerah yang mereka
tinggali untuk sekarang ini contohnya bisa kita lihat dari segi sosial, budaya
mereka dari asal mereka sendiri dan ekonomi mereka sangatlah jauh berbeda
dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini. Sehingga mau tak mau
mereka yang berasal dari daerah lain atau kota lain harus bisa menyesuaikan
dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini. Tidak hanya itu,
merekapun juga harus mampu mandiri dimana biasanya mereka ada orang tua
sekarang apapun harus mereka lakukan sendiri.
Kehidupan anak kos diwarnai beberapa hal baru bagi pelakunya. Dimana
hal-hal baru tersebut dapat berupa suatu pengalaman maupun masalah. Anak kos
yang jauh dari orang tua tentu akan mengalami perubahan drastis dari keseharian
mereka sewaktu tinggal bersama orang tua. Pergaulan merekapun juga menjadi
sangat rawan di zaman sekarang ini. Jika salah bergaul, tentu akan terjerumus
ke dalam hal-hal yang berupa penyimpangan. Untuk itu, anak kost diwajibkan
untuk lebih extra hati-hati dalam bergaul.
B.Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka yang menjadi
permasalahan dalam perumusan masalah adalah:
Hal-hal yang menjadi warna dalam kehidupan mahasiswa
di tempat kos, dari segi positif dan negatif.
C.Tujuan Penelitian
Tujuan
yang hendak dicapai dari penelitian yang penulis lakukan adalah mengatahui apa
saja yang terjadi di dalam suatu kehidupan mahasiswa di kos baik dari segi
positif maupun negatifnya.
D.Kegunaan Penelitian
Hasil
yang didapat dari penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan bagi
pembaca mengenai hal-hal negatif dan positif dalam kehidupan mahasiswa
di tempat kos.
BAB II
KAJIAN TEORI
Pada
dasarnya sistim sosial adalah: susunan sosial masyarakat dalam
kesehari-hariannya bisa dalam lingkungan keluarga. Dalam wilayah tertentu, akan
terdapat banyak perbedaan yang dapat kita jumpai karena tiap wilayah maupun
keluarga mempunyai gaya hidup yang berbeda-beda, dengan contoh yang dapat kita
lihat dari kehidupan sehari-harinya.
Ditinjau dari penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan.
Menurut survei , 80%
mahasiswa memilih untuk “ngekos” , 15% mahasiswa ikut orangtua mereka berhubung
mereka kuliah di dalam kota , 4% mereka memilih ngontrak rumah , dan 1% dari
mereka memutuskan membeli rumah karena mungkin orang tua mereka sangat
mampu membiayai kuliah mereka. Kehidupan anak kos sangat bervariasi . Kehidupan
tersebut kadang berdampak positif dan juga negatif . Dibawah ini beberapa
dampak positif dan negatif dari anak kos :
Dampak positif :
1.
Lebih mandiri menjalani hidup karena melakukan semua hal sendiri tanpa orangtua
2.
Bisa mengatur keuangan sehari hari dan bisa lebih menghargai kiriman uang dari
orang tua
3.
Lebih menghargai waktu yang ada karena harus membaginya dengan banyak hal
4.
Dan masih banyak lagi .
Dampak negatif :
1.
Menghabiskan waktu hanya untuk bersenang – senang dengan teman – teman
2.
Menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat
3.
Malas untuk melakukan semuanya sendiri , karena bisa dilakukan oleh orang lain
. Misal : malas memncuci baju dan memilih untuk laundry .
4.
Dan masih banyak lagi .
Sebagian dari anak kos
menganggap bahwa “ngekos” dan jauh dari orangh tua merupakan kesempatan untuk
mereka meng ekspresikan apa yang mereka inginkan . Ada 3 tipe anak kos menurut
survei ini:
1.
Mahasiswa pertama yaitu mahasiswa yang benar benar ingin menimba ilmu dan
menghabiskan waktunya hanya untuk hal yang bermanfaat . Tidak ada kata
“hangout” bersama teman apabila keperluan tersebut tidak menyangkut tentang
pelajaran yang tengah dihadapi di bangku kuliah . Mereka benar – benar
memikirkan tujuan dan sikap apa yang harusnya diambil ketika kuliah di
tempat tersebut .
2.
Mahasiswa kedua yaitu mahasiswa yang setengah – setengah untuk
kuliah . Mereka akan melakukan apa yang mereka inginkan tergantung “mood” .
terkadang ada kemauan untuk belajar , tetapi hal tersebut bisa terlupakan karena
pengaruh dari mahasiswa lainnya . Misalnya : Ketika ia berangkat kuliah ,
temannya mengajak nya untuk nongkrong di mall . Karena terpengaruh ajakan teman
, ia akhirnya bolos kuliah .
3.
Mahasiswa ketiga yaitu mahasiswa yang benar benar tidak ada kemauan untuk
belajar . mereka hanya menghabiskan waktu mereka untuk hal yang tidak
bermanfaat. Contohnya : mereka membolos kuliah karena tidak menyukai dosen yang
mengajar dan memilih nongkrong di mall , mereka masuk kuliah tetapi tidak
pernah mencacat dan mendengarkan apa yang dosen jelaskan , orangtua mereka
mengirimkan uang kepada mereka dengan tujuan digunakan untuk hal yang
bermanfaat tetapi mereka menggunakannya untuk berhura – hura , dan masih
banyak lagi contoh yang bisa di lihat disekitar lingkungan mahasiswa .
Seringkali mahasiswa mengabaikan kepercayaan dari orang tua mereka untuk
mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan berdalih membayar uang SPP atau
membeli buku .
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
A. Pengumpulan Data
Dalam mendapatkan data, penulis menggunakan metode sampling. Yakni suatu metode dengan pengambilan sampel secara acak. Pengggunaan sampel ditujukan agar dalam penelitian didapatkan data dengan kecermatan yang tinggi dan menghemat waktu, tenaga, serta biaya. Pengambilan sampel secara acak memungkinkan data dapat dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan penelitian dapat diperoleh dari kelompok-kelompok sampel yang homogen. Pengambilan sampel ditempuh melalui cara:
- Kuesioner
Pengumpulan data dengan membagikan sejumlah pertanyaan untuk diisi oleh beberapa mahasiswa.
B. Ruang Lingkup Analisis
Ruang lingkup analisis penelitian di adakan di lingkungan kampus. Dengan tujuan mahasiswa yang merupakan anak kos.
C. Analisis Data
Analisis yang penulis gunakan adalah analisis kualitatif yaitu menganalisa data dengan menggunakan pendekatan secara teoritis untuk mendapatkan kesimpulan.
Dalam mendapatkan data, penulis menggunakan metode sampling. Yakni suatu metode dengan pengambilan sampel secara acak. Pengggunaan sampel ditujukan agar dalam penelitian didapatkan data dengan kecermatan yang tinggi dan menghemat waktu, tenaga, serta biaya. Pengambilan sampel secara acak memungkinkan data dapat dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan penelitian dapat diperoleh dari kelompok-kelompok sampel yang homogen. Pengambilan sampel ditempuh melalui cara:
- Kuesioner
Pengumpulan data dengan membagikan sejumlah pertanyaan untuk diisi oleh beberapa mahasiswa.
B. Ruang Lingkup Analisis
Ruang lingkup analisis penelitian di adakan di lingkungan kampus. Dengan tujuan mahasiswa yang merupakan anak kos.
C. Analisis Data
Analisis yang penulis gunakan adalah analisis kualitatif yaitu menganalisa data dengan menggunakan pendekatan secara teoritis untuk mendapatkan kesimpulan.
BAB IV
HASIL
PENELITIAN
Kehidupan
anak kos memang dirasa sebagai suatu perubahan, dimana biasanya kita apabila di
rumah selalu dilayani dan diawasi oleh orang tua. Tapi jika di tempat kos kita
akan lebih bebas. Namun, kebebasan itu harus disertai dengan tanggung jawab
yang lebih besar. Karena kehidupan anak kos memiliki bermacam-macam efek, dari
positif hingga negatif.
Kehidupan
anak kos memang identik dengan kehidupan yang serba apa adanya, yang penting
bisa kuliah dan bisa makan, walaupun ada juga yang tidak begitu. Di sinilah
kehidupan baru dimulai. Kehidupan yag mengharuskan kita untuk mandiri. Anak kos
dituntut untuk bisa lepas dari kebisaan-kebiasaan yang dilakukan di rumah,
karena kehidupan di rumah atau tempat asal sangat berbeda dengan kehidupan yang
harus dijaani sebagai seorang anak kos.
Menurut
hasil survei kami tentang kehidupan anak kos, dilihat bahwa matoritas jika bisa
memilih mereka akan memilih tinggal bersama orang tuanya. Hal ini dikarenakan
beberapa alasan seperti lebih nyaman, terjamin, ada yang mengurusi segala
kebutuhan mereka, dan dapat tinggal bersama orang yang mereka sayangi. Namun,
ada pula yang lebih ingin tinggal di rumah mereka sendiri karena akan dirasa
lebih tenang. Adapula yang memilih tinggal di tempat kos karena denngan berada
di tempat kos akan membuat mereka lebih bebas tanpa ada tekanan. Apapun dan
dimanapun kita akan tinggal nantinya, tentu diharapkan kita akan menjadi orang
yang bermanfaat di daerah tersebut.
Tempat
kos yang mereka sewa, mayoritas sebagai tempat tidur dan tempat
dimana mereka mengerjakan tugas maupun laporan. Karena sebagai mahasiswa, waktu
akan banyak terbuang di kampus. Sabagai anak kos tentulah mereka dituntut untuk
lebih mandiri dalam berbagai hal karena mereka jauh dari orang tua mereka.
Hal-hal seperti ini banyak menimbukan masalah yang harus dihadapi anak kos.
Masalah yang sering muncul dari kalangan anak kos dimulai dari tempat kos
mereka. Banyak diantara mereka telah nyaman dengan tempat kos mereka karena sesuai
dengan apa yang mereka kehendaki, tempatnya bersih, ada kantin tempat makan
sehingga mereka tidak repot dalam mencari makan, dan fasilitas yang membuat
mereka nyaman. Namun adapula yang merasa tidak nyaman karena ketidakmampuan
bersosialisasi dengan penghuni lain dan kondisi tempat kos yang jauh dari
harapan mereka.
Masalah
lain timbul dari segi keuangan. Sebagai anak kos, mereka dituntut untuk serba
mandiri dalam menghadapi permasalahan yang ada. Dengan uang saku yang rata-rata
dibawah satu juta tiap bulannya, beberapa dari mereka telah mampu memenuhi
kebutuhan hidupnya dengan uang saku tersebut tiap bulannya. Uang memang menjadi
kebutuhan mereka yang paling dominan, karena dengan uang mereka mampu membeli
barang-barang yang tentu akan dibutuhkan selama mereka berada di tempat kos.
Namun, beberapa anak juga ada yang merasa uang yang mereka terima dari orang
tua meraka masih kurang. Untuk mengatasi masalah itu beberapa mencoba untuk
membuka usaha demi mendapatkan uang. Ada pula yang melakukan penghematan besar-besaran
bahkan hingga memotong uang makan mereka. Sehingga pola makan mereka menjadi
tidak teratur. Pola makan yang tidak teratur ini tidak hanya disebabkan karena
mereka berhemat, tapi juga karena mereka terlalu sibuk mengerjakan tugas dan
laporan yang menumpuk sehingga mereka lebih memilih mengorbankan waktu makan
mereka untuk mengerjakan laporan maupun tugas. Jika di rumah orangtua tentu
makan mereka akan terjamin dengan waktu yang tetap. Sekarang untuk makan mereka
diharuskan mencari sendiri dan terkadang hal itu pula yang membuat kebanyakan
anak kos lebih memilih mengerjakan laporan atau tugas daripada mencari makan.
Sehingga pola makan merekapun berubah menjadi tidak teratur.
Dalam
memperoleh suatu informasi, anak kos yang beruntung di tempatnya terdapat
televisi, dapat memperoleh informasi dari media tersebut. Namun bagi yang
kurang beruntung, mereka memilih membeli koran maupun mendapatkan info melalui
media internet. Namun, dalam perihal rindu kampung halaman tidak semua mampu
mengobatinya. Mereka yang beruntung dengan uang saku yang lebih mampu pulang
kampung tiap 2 minggu untuk bertemu keluarga dan melepas kerinduan. Untuk
mereka yang tidak sanggup melakukan hal itu, cukup dengan bermain game ataupun
jalan-jalan dengan teman dan melakukan hal positif lainnya, sudah mampu membuat
mereka sejenak melupakan kerinduan mereka. Lagipula mereka harus berhemat agar
uang saku cukup hingga akhir bulan.
Kehidupan anak kos yang jauh dari orang tua menjadikan beberapa dari mereka
seolah-olah merasa bebas dari aturan yang selama ini mengekang mereka. Banyak
kabar negatif yang terkadang keluar dari kehidupan anak kos. Seperti yang telah
biasa terdengar yakni tentang bebasnya anak laki-laki dan perempuan berada di
dalam suatu kamar. Merasa tidak ada pengawasan dari orang tua, mereka berani
berbuat sesuatu yang menyimpang dari nilai dan norma masyarakat. Beberapa dari
anak yang kami survei ternyata telah mengetahui pula tentang hal ini. Namun,
ada pula yang belum mengetahuinya.
Baik bagi yang sudah mengatahui maupun belum, mereka sependapat bahwa mahasiswa
yang jauh dari orangtua tidak sepantasnya melakukan hal seperti itu. Jauh dari
orangtua bukan berarti bebas melakukan apa saja, anak kos jauh dari orangtua
karen alasan untuk kuliah dan belajar bukan untuk bersenang-senang. Jadi,
sebagai anak kos yang jauh dari orang tua seharusnya tidak merasa bebas dari
segala aturan dan bebas melakukan apa saja. Namun, seharusnya mereka mampu
lebih menjaga diri dengan baik dan tidak menyalahgunakan kepercayaan serta
tanggung jawab yang telah diberikan orangtua kepada mereka. Lagipula, tempat
kos bukan tempat untuk melakukan hal-hal seperti itu.
Beberapa solusi mereka kemukakan untuk mengatasi hal tersebut. Seperti di
antaranya mulai dari diri sendiri dengan pandai-pandai menjaga diri,
memperdalam ilmu agama, pilih-pilih dalam berteman, cermat dalam memilih tempat
kos (usahakan agar dekat dengan ibu kos atau pemilik tempat kos), menjauhi
hal-hal yang berbau negatif, dan banyak mengisi waktu luang dengan hal-hal yang
positif.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kehidupan
anak kos dirasa sebagai suatu perubahan besar dalam kehidupan mahasiswa yang
harus bekuliah jauh dari daerah asal dan orangtuanya. Banyak hal yang
dapat dialami oleh anak kos. Hal-hal tersebut dapat memberikan dampak positif
maupun negatif
Dampak
positif nya mereka akan dituntut untuk lebih mandiri, karena mereka jauh dari
orangtua maka apapun harus mereka lakukan sendiri. Melatih mereka untuk
mengatur keuanganya, jika ingin bartahan hingga akhir bulan nanti. Lebih bisa
menghargai waktu dan mengatur sesuai agenda mereka saat itu.
Dampak
negatifnya bagi mereka yang tidak peduli dengan orangtua, dan merasa telah
terbebas dari aturan orangtua, mereka akan melakukan hal-hal yang menyimpang
dari nilai dan norma, seperti melakukan seks bebas, mengkonsumsi narkoba,
memanfaatkan uang yang diberikan orangtua untuk bersenang-senang. Semoga hanya
sedikit dari kita atau mungkin justru tidak ada yang terjabak dalam hal-hal
seperti itu.
B. Kritik
dan Saran
Demikian
makalah yang dapat penulis sampaikan, semoga dapat memberikan pengetahuan bagi
mereka pembaca. Dengan menyingkirkan kesombongan dalam diri dan tiada gading
yang tak retak, penulis tetap mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca untuk perbaikan karya penulis di masa mendatang.
Daftar Pustaka
No comments:
Post a Comment